Tips Jika Anak Jatuh dari Tempat Tidur

Tips Jika Anak Jatuh dari Tempat TidurPasti sangat menyenangkan bagi semua orang tua jika si kecil sudah mulai bisa tengkurap dan membalikkan badannya lagi hingga kembali terlentang. Ini terjadi pada bayi usia 4-6 bulan.

Tetapi perlu bunda waspadai, bahwa kepandaian yang bertambah ini pasti ada resikonya juga. Bunda harus lebih sering mengawasi si kecil di sela-sela kesibukan rumah tangga lainnya.

Jika tidak sering ditengok, bisa-bisa bunda mendengar suara tangis si kecil yang sangat keras dan ketika dilihat ternyata anak kita sudah berada di lantai.

Ya bunda, anak usia ini memang rawan sekali jatuh dari tempat tidur.

Saat dia sedang senang-senangnya menggeser-tubuhnya hingga berpindah tempat, atau berguling-guling, si kecil belum mampu menyadari kapan dia akan berada di ujung kasurnya dan dia juga tidak tahu bahwa dia sedang berada di tempat yang tinggi.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat si kecil jatuh dari tempat tidur, antara lain:

Yang pertama, bunda tidak perlu langsung cemas dan stress jika anak jatuh dari tempat tidurnya. Perhatikan kondisi si kecil, apakah dia diam saja atau bergerak-gerak.

Jika anak Anda masih terlihat menggerakkan tangan dan kakinya, itu berarti tidak ada masalah yang serius dengan tulangnya (patah tulang).

Gendong secara perlahan-lahan dan tenangkan anak Anda dulu agar tangisnya berhenti. Jika tidak merasakan  sakit yang terlalu besar, maka dia akan segera diam setelah Anda gendong. Setelah si kecil tenang, amati seluruh bagian tubuhnya.

Cari bagian yang kira-kira terbentur lantai pertama kali. Apakah itu di kepala depan atau belakang, atau bagian tubuh lain. Jika Anda menemukan semacam benjolan, Anda dapat mengompresnya dengan es batu yang dibungkus handuk.

Jangan menempelkan es batu langsung ke kulit si kecil. Kompres selama kurang lebih 20 menit dan ulangi lagi 3-4 jam berikutnya. Waspadai jika benjolan terletak di bagian kanan atau kiri kepala bayi.

Setelah itu lakukan observasi selama 24 jam setelah anak jatuh. Anda perlu waspada bila si kecil mengalami hal berikut.

  1. Anak masih menangis terus menerus yang menandakan dia merasakan sakit di bagian dalam.
  2. Anak justru tidak menangis sama sekali, kesadaran berkurang, muntah-muntah, ada perubahan pada wajah (menjadi lebih pucat, terlihat tidak simetris), karena itu mungkin menandakan gegar otak.
  3. Ada benjolan yang tidak kunjung mengecil, bagian mata yang putih tampak berdarah, keluar cairan kemerahan dari telinga atau hidung bisa menandakan patah tulang tengkorak.
  4. Jika ada luka terbuka dan berdarah, bersihkan dengan air bersih yang mengalir dan berilah antiseptic untuk membuuh kuman dan bakteri yang mungkin dapat masuk.

Jika Anda menemukan tanda-tanda tersebut pada si kecil, Anda dapat membawanya ke dokter untuk memastikan apakah si kecil perlu perawatan selanjutnya atau tidak. Dan untuk ke depannya Anda harus lebih berhati-hati agar kejadian yang sama tidak terulang lagi.

Jika Anda cukup sibuk di rumah, meletakkan anak pada box bayi dengan pinggiran yang cukup tinggi dapat mencegah anak terjatuh dari tempat tidur, tapi tetap Anda harus mengeceknya secara rutin.

Atau jika tingkah si kecil mulai banyak, lebih baik Anda melepas dipan Anda dan meletakkan kasur si kecil di bawah. Ini akan mengurangi resiko yang lebih besar jika sewaktu-waktu si kecil jatuh lagi.

Yang harus diingat jika kasur anak diletakkan di bawah adalah jauhkan barang-barang berbahaya yang ada di sekitar tempat tidur, termasuk stop kontak. Jangan sampai anak Anda menggapainya dan terjadi hal-hal buruk yang tidak diinginkan.

Tips Jika Anak Jatuh dari Tempat Tidur | dr. Dyah Mahesanty Indrawati | 4.5