Perbedaan Tuberkulosis pada Anak dan Orang Dewasa

Tuberkulosis ( TB ) merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh adanya bakteri Mycobacterium tuberculosis dalam tubuh.

Mayoritas bakteri TB dapat menyerang paru-paru tetapi juga bisa menyerang bagian organ lainnya.

Pada umumnya tuberkulosis pada anak-anak dan orang dewasa yang disebabkan oleh bakteri yang sama.

Namun, karena adanya gejala TB dan dua mekanisme yang berbeda, Anda memerlukan perlakuan khusus untuk TB pada anak-anak.

Berbeda dengan TB yang terjadi pada orang dewasa, TB pada anak-anak ternyata tidak dapat menular. Bakteri berkembang dalam masa anak-anak di paru-paru. Pada orang dewasa, pertumbuhan bakteri di paru-paru. Bakteri kemudian membuat lubang untuk keluar melalui saluran pernapasan sehingga dalam hal ini dapat menyebar atau tertular ke orang lain, termasuk anak-anak.

Gejala-gejala TB pada anak

– Anak mengalami demam lebih dari dua minggu
– Batuk selama lebih dari tiga minggu
– Anak lesu dan tidak aktif seperti biasanya
– Nafsu makan akan menurun
– Hilangnya berat badan dan tidak meningkat selama dua bulan
– Nodul teraba di leher, yang merupakan adanya pembesaran kelenjar getah bening.

Gejala di atas tidak selamanya disebabkan oleh adanya penyakit TB dan tidak semua hal ini selalu hadir dengan gejala yang sama.

Diagnosa

Diagnosis TB pada anak sangat lain dengan TB orang dewasa. Diagnosis TB dewasa lebih mudah karena ada tes pada baku standar emasnya (gold standard ), yang tujuannya yaitu untuk bisa menemukan bakteri TB yang terdapat didalam dahak. Jika hal ini diterapkan untu TB pada anak maka hasil negatif palsu atau tidak terdeteksi. Childhood atau TB yang terjadi pada anak jarang disertai dengan batuk berdahak dan bakteri TB pada anak yang ikut pada dahak terlalu sedikit.

Perbedaan Tuberkulosis pada Anak dan Orang Dewasa | dr. Dyah Mahesanty Indrawati | 4.5