Mengenal 8 Macam Imunisasi Tambahan

Mengenal 8 Macam Imunisasi TambahanDepartemen Kesehatan Republik Indonesia selalu memberitahukan betapa pentingnya imunisasi dalam mengatasi timbulnya beberapa penyakit di Indonesia. Diketahui ada lima imunisasi yang wajib untuk direkomendasikan pemerintah, yaitu vaksin BCG (Bacillus Calmette-Guerin) dalam mengatasi Tuberkolosis, Polio, Hepatitis B, DPT (Difteri Pertusis Tetanus), dan Campak. Imunisasi wajib? Berarti ada imunisasi tidak wajib?

Ya itu memang benar. Selain dari imunisasi wajib yang diumumkan di atas, ada juga beberapa imunisasi tambahan (tidak wajib). Imunisasi ini disebutkan tidak wajib sebab tidak disubsidi pemerintah bukan karena imunisasi ini tidak berguna. Dalam hal ini, pemerintah tetap menyarankan untuk Anda dalam memberikan imunisasi tambahan ini jika situasinya memungkinkan. Imunisasi tambahan yang dimaksud tersebut, adalah:

1. Hib (Haemophilus Influenza)

Hib merupakan vaksin dalam menjaga tubuh dari penyakit Meningitis (radang selaput otak), Pneumonia, dan Epiglotitis (infeksi katup pita suara) yang ditimbulkan oleh virus Hemophilus influenza type B. Pemberian vaksin Hib ini bisa dilakukan secara terpisah atau kombinasi (simultan) dan diberikan pada usia 2, 4, 6 serta15 bulan.

2. PCV (Pneumococcal Vaccine)

Vaksin PCV diberikan dalam mencegah terjadinya bakteri Pneumokokus yang bisa mengakibatkan Meningitis, Pneumonia dan infeksi pada telinga. Diberikan pada usia 2, 4, 6 bulan dan antara 12 sampai 15 bulan. Jika Anda belum memberikannya sampai di atas 1 tahun, vaksin PCV hanya diberikan dua kali dengan jarak interval 2 bulan.

3. Influenza

Dari namanya saja, Anda pasti sudah mengetahui vaksin ini untuk mencegah terjadinya virus Influenza. Caranya dengan diberikan setahun sekali pada usia 6 bulan.

4. MMR (Measles, Mumps, Rubella)

Kegunaanya agar supaya menjauh dari virus Campak, Gondok dan Rubella (Campak Jerman). Diberikan pada usia 15 bulan dan diulang ketika si kecil berusia 6 tahun. Jika belum memperolah vaksin Campak pada usia 9 bulan, vaksin ini bisa diberikan ketika anak berusia 12 bulan.

5. Tifoid

Kegunaan vaksin ini dapat melindungi si kecil dari penyerangan bakteri SalmonellaTyphi yang bisa mengakibatkan terjadinya demam Tifoid atau lebih dikenal dengan Tifus. Pemberiannya di atas usia 2 tahun dan diulang kembali setiap 3 tahun.

6. Hepatitis A

Hepatitis A mengakibatkan terjadinya penyakit hati. Vaksin ini diberikan untuk bisa melindungi tubuh dari penyakit hati. Pemberiannya bisa dilakukan di atas usia 2 tahun. Diberikan dua kali dengan interval 6-12 bulan.

7. Varisela

Vaksin varisela ini diberikan untuk bisa melindungi tubuh dari penyakit Cacar Air. Vaksin ini bisa diberikan pada usia di atas 5 tahun.

8. HPV (Human Papilloma Virus)

Diberikan untuk wanita dalam mengatasi tumbuhnya Human Papilloma Virus yang mengakibatkan Kanker Mulut Rahim. Vaksin ini bisa diberikan ketika si kecil berumur di atas 10 tahun dan diberikan sebanyak 3 kali.

Diketahui sebab vaksin-vaksin tambahan ini tidak disubsidi pemerintah, jangan heran jika harganya terbilang cukup mahal. Namun jika Anda ada biaya tambahan, tidak masalah jika untuk melindungi si kecil dengan vaksin-vaksin tambahan ini.

Mengenal 8 Macam Imunisasi Tambahan | dr. Dyah Mahesanty Indrawati | 4.5