Memanjakan Anak dari Orangtuanya

Setiap orangtua memiliki satu anak yang disayang, diperhatikan atau dimanja dibandingkan anak yang lain, meski jarang ada orangtua yang mengakuinya. Sebaiknya jangan terlalu mencolok jika mempunyai anak kesayangan, agar tidak merusak psikologi anak yang lainnya. Karena hal ini bisa berdampak buruk seumur hidup pada anak yang bukan jadi anak kesayangan. Satu dari setiap enam ibu punya anak kesayangan dalam keluarga. Dalam studi ini, lebih dari seribu wanita yang disurvei dari enam belas persen mengakui bahwa mereka memiliki anak kesayangan.

Setiap orangtua sebenarnya memiliki anak favorit atau anak kesayangan dalam keluarga. Ada pilih kasih dalam setiap keluarga dan hal ini akan memiliki dampak seumur hidup bagi setiap orang. Beberapa orang berpendapat bahwa memperlakukan anak dengan pilih kasih adalah kejam. Yang terpenting adalah apresiasi yang dialami anak mencerminkan kebutuhan emosional orangtua untuk memanjakan anaknya, bukan karena perilaku anak. Dengan demikian, meski orangtua memiliki anak kesayangan dalam keluarga, mereka tetap akan melakukan anak dengan standar yang sama, sehingga kekejaman tidak akan terjadi.

Namun bila orangtua sangat mencolok sikap pilih kasihnya terhadap anak kesayangannya, maka hal tersebut bisa berdampak sangat buruk. Anak-anak yang kurang diperhatikan bisa merasa bahwa ia bukan orang yang penting di dalam keluarga dan menyebabkannya memiliki harga diri yang rendah atau kebencian sendiri. Pilih kasih pada anak bisa menjadi bentuk pelecehan emosional, terutama bila meremehkan atau menggunakan kata-kata kasar kepada anak yang dianggap tidak begitu istimewa. Pilih kasih harus secara terbuka dibahas dalam keluarga dan orangtua harus membuat dirinya lebih sadar dari hal-hal yang berpotensi merusak keharmonisan keluarga dan emosi anak.

Memanjakan Anak dari Orangtuanya | dr. Dyah Mahesanty Indrawati | 4.5