Nutrisi untuk Kehamilan dan Menyusui

Mual

Mual atau muntah-muntah selama kehamilan kadang-kadang disebut morning sickness. Hal itu dapat terjadi kapan saja dalam sehari. Itu biasanya terjadi pada awal bulan kehamilan dan berjalan jauh setelah bulan ketiga. Beberapa perempuan tidak pernah mengalami morning sickness. Jika Anda memiliki masalah ini, Anda mungkin ingin mencoba yang berikut ini: Continue reading

Diet dan Pengobatan Sederhana untuk Renal Colic

Sakit perut dari organ ginjal (renal colic) biasanya hadir karena sakit perut tiba-tiba mulai akut, berselang perut mulas, sakit lambung (di samping tubuh, antara tulang rusuk dan hip terakhir) yang dapat menyebar ke arah bawah perut atau selangkangan paha. Hal ini sering dikaitkan dengan mual dan muntah-muntah. Ini insiden yang menahun sekitar 16 per 10.000 orang dan masa insiden 2-5%. Renal colic, bersama dengan haematuria, merupakan gejala klasik dari urolithiasis, yang harus dipertimbangkan sebagai diagnosa diferensial. Namun ada ketentuan lainnya yang memiliki gejala yang bisa meniru ginjal karena sakit perut urolithiasis. Salah satu contohnya adalah perdarahan di dalam ginjal yang dapat menghasilkan gumpalan, sementara yang tersangkut di saluran kencing. Lainnya adalah kehamilan ectopic, tetapi ini biasanya akan dapat dijelaskan oleh ultrasound imaging. Pasien dengan abdominal aortic gondok nadi dapat juga memiliki gejala yang mirip renal colic karena urolithiasis. Pasien dengan gangguan usus akut juga hadir dengan menyerupai renal colic, tetapi tidak seperti dengan urolithiasis itu tidak berkaitan dengan haematuria. Selain itu, seseorang yang memakai narkoba berpretensi untuk mengidap renal colic. Secara keseluruhan, bagaimanapun, misdiagnosis sebenarnya sangat jarang. Continue reading

Makanan untuk penderita AIDS

Orang dengan Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) yang rentan terhadap berbagai jenis penyakit infeksi termasuk dari makanan pathogens. Mereka mempunyai risiko yang lebih tinggi dari pada orang sehat sebagai individu untuk menghadapi penyakit parah atau kematian. Perhatian personal harus diutamakan kewaspadanya ketika menangani dan memberikan makanan. Rekomendasi yang diberikan di sini dirancang untuk membantu mencegah penyakit bakteri makanan. Continue reading

Bayi Prematur Perlu Perawatan Intensif

Karena fungsi organnya belum benar-benar matang, bayi prematur rentan mengalami berbagai masalah kesehatan termasuk sesak napas. Meski tetap butuh perawatan intensif, kondisi seperti ini bisa diredakan dengan memperdengarkan suara ibu. Maternal Sound Stimulation (MSS) atau stimulasi suara ibu cukup efektif mengatasi berbagai masalah pada bayi prematur. Selain sesak napas, masalah lainnya antara lain denyut jantung menurun atau bradikardi. Bayi prematur memang rentan mengalami masalah jantung dan pernapasan atau kardiorespiratori karena fungsi organnya belum benar-benar matang. Selama masih belum kuat betul, bayi prematur biasanya dimasukkan inkubator di ruang perawatan intensif.

Ketika muncul keluhan-keluhan kardiorespiratori, MSS atau stimulasi suara ibu terbukti ampuh meredakannya. Keluhan-keluhan itu di antaranya adalah apnea atau henti napas secara tiba-tiba yang hanya berlangsung kurang lebih selama 20 detik. Meski berlangsung singkat, kondisi ini sangat membahayakan nyawa bayi prematur karena fungsi organnya masih sangat lemah. Ketika napas terhenti, maka selama beberapa detik tidak ada suplai oksigen yang masuk sehingga berbagai organ rentan mengalami kerusakan. Efektivitas suara ibu dalam meredakan keluhan tersebut dibuktikan lewat eksperimen yang melibatkan 14 bayi prematur.

Bayi-bayi yang dipakai dalam eksperimen ini lahir sangat prematur, yakni pada rentang usia kehamilan antara 26 hingga 32 pekan. Terbukti ketika diperdengarkan rekaman suara ibunya secara teratur sebanyak 4 kali sehari, bayi-bayi itu lebih jarang mengalami apnea. Sebagai pembanding, peneliti juga mengamati bayi-bayi lain di ruang perawatan intensif yang tidak mendengar suara ibunya. Namun karena baru diteliti pada 14 bayi, maka butuh penelitian lebih lanjut untuk memastikan ada tidanya efek suara ibu bagi kesehatan bayi.

Sebagian Wanita Mengalami Organisme Saat Menyusui

Orgasme biasanya berhubungan dengan aktivitas seks, namun banyak wanita yang melaporkan merasakan rangsangan saat sedang menyusui bayinya. Beberapa wanita bahkan melaporkan pengalaman orgasme selama atau setelah menyusui. Dalam sebuah penelitian yang dilakukan pada ibu menyusui, sebanyak 40,5 persen partisipan melaporkan pernah merasa terangsang beberapa kali selama menyusui bayi. Sebanyak 16,7 persen bahkan melaporkan sering merasakan rangsangan seksual saat menyusui bayinya. Dan dalam makalah yang lebih baru dari beberapa studi itu, disebutkan bahwa 33-50 persen ibu menyusui merasakan orgasme, meski 25 persen diantaranya mengatakan merasa bersalah.

Rasa bersalah biasanya muncul karena wanita menganggap tidak pantas bila seorang ibu terangsang karena bayinya sendiri. Tentu saja tidak semua ibu yang menyusui merasakan pengalaman rangsangan seksual. Bahkan ada banyak wanita yang menganggap bahwa pengalaman itu sebagai lawan dari kesenangan. Hormon oksitosin juga terlibat dalam proses fisiologis lain, terutama dalam kontraksi rahim selama proses persalinan dan selama orgasme. Hormon ini juga diperkirakan bertanggung jawab atas perasaan relaksasi dan pengalaman orgasme tanpa adanya rangsangan seksual, seperti orgasme saat merasa kenyang.

Makanan Penting untuk Menjaga Kesehatan Kulit

Semakin kita bertambah tua, kulit kita cenderung kehilangan elastisitas, menjadi kering dan tampilan garis halus dan pasti terjadi adalah noda usia tak dapat dihindarkan . Faktor-faktor lain yang mendorong kulit tidak sehat termasuk diet dan gizi buruk, tereksposur sabun keras, terkena sinar matahari, kering, iklim yang berangin, konsumsi alkohol berlebihan dan merokok. Sel-sel kulit memiliki agen khusus untuk memerangi radikal bebas dan memperbaiki kerusakan kulit. Yang memerangi radikal bebas disebut antioksidan. Baru-baru ini penelitian menunjukkan bahwa antioksidan memainkan peran penting dalam mencegah atau menunda permulaan penyekit degeneratif, sehingga memperlambat akibat ketuaan. Continue reading

Manfaat yang Diperoleh Ibu Menyusui Bagi Kesehatan

Menyusui tidak hanya bermanfaat untuk bayi saja, tetapi juga meningkatkan kesehatan sang ibu. Menyusui dapat membantu ibu yang baru saja melahirkan untuk menurunkan berat badan setelah kehamilan, mencegah depresi setelah persalinan, dan menurunkan risiko penyakit jantung serta kanker. Bukti-bukti penelitian memperkuat kesimpulan manfaat kesehatan ASI bagi ibu menyusui.

Berikut beberapa manfaat-manfaat yang diperoleh ibu menyusui bagi kesehatannya:

Mengurangi Depresi setelah Melahirkan
Kondisi psikologis ibu juga akan mendapat dorongan lewat menyusui bayinya. Sebuah penelitian tahun 2003 dari Australia menunjukkan adanya peningkatan depresi setelah melahirkan pada ibu yang tidak menyusui bayinya dan ibu yang menyapih bayinya sejak dini.

Mengurangi Risiko Radang Sendi
Wanita yang menyusui selama setidaknya 12 bulan selama hidupnya akan berkurang risikonya terserang rheumatoid arthritis atau radang sendi sebesar 20 persen. Dan ibu yang menyusui selama setidaknya 24 bulan berkurang resikonya sebesar 50 persen. Demikian hasil penelitian besar jangka panjang yang dilakukan Nurses Health.

Lebih Sedikit Kehilangan Darah dan Rahim Lebih Cepat Kembali ke Ukuran Normal
Manfaat kesehatan ini dimulai segera setelah persalinan. Ibu melahirkan lebih sedikit kehilangan darah setelah melahirkan jika segera menyusui bayinya. Dengan menyusui, rahim juga menyusut kembali ke ukuran normal lebih cepat.

Mengurangi Pertambahan Berat Badan setelah Melahirkan
Sebuah penelitian terhadap lebih dari 14.000 orang wanita melahirkan yang memberi ASI eksklusif selama sedikitnya enam bulan menemukan bahwa para ibu hanya sedikit mengalami kenaikan berat badan dibandingkan ibu yang tidak menyusui.

Menurunkan Risiko Terserang Diabetes
Di antara perempuan yang mengalami diabetes, penelitian juga telah menemukan penurunan risiko diabetes tipe 2 sebesar 4 – 12 persen setiap tahun pada ibu yang menyusui bayinya.

Menurunkan Risiko Kanker Payudara
Wanita yang menyusui bayinya selama lebih dari satu tahun mengalami penurunan risiko kanker payudara dan kanker ovarium sebesar 28 persen. Bayi diberi ASI eksklusif sampai usia 6 bulan, dan kemudian terus diberi ASI ditambah makanan lain sampai usianya 1 tahun.

Ciri Anak Hiperaktif

Beberapa ciri anak hiperaktif menurut Sani Budiantini Hermawan, Psi., Psikolog dari Klinik Empati Development Center, Jakarta (Tabloid Nakita) sebagai berikut :

*Menentang

Anak dengan gangguan hiperaktivitas umumnya memiliki sikap penentang/pembangkang atau tidak mau dinasehati. Misalnya, penderita akan marah jika dilarang berlari ke sana kemari, coret-coret atau naik-turun tak berhenti. Penolakannya juga bisa ditunjukkan dengan sikap cuek. Continue reading

Susu Sapi Sering Menyebabkan Alergi

Air susu ibu (ASI) memang makanan terbaik untuk bayi, tapi beberapa alasan medis dapat menyebabkan seorang ibu tak bisa memberikan ASI. Susu sapi pun sering menjadi pilihan namun seringkali menyebabkan alergi. Jika sudah begitu, jangan buru-buru memberikan susu kedelai untuk bayi. Yang terbaik untuk bayi tetaplah ASI, tapi ada alasan medis yang membuat ibu tidak bisa memberikan ASI seperti minum obat jangka panjang seperti obat TBC (tuberkulosis). Karena bayi hanya bisa menghisap dan menelan maka diberilah susu pengganti.

Dan semakin proteinnya mendekati dengan protein manusia, dipilihlah susu sapi. Tapi karena protein susu sapi lebih tinggi dibandingkan ASI (protein manusia), maka susu sapi sering menyebabkan alergi pada bayi. Kalau bayi di bawah 6 bulan alergi susu sapi, jangan langsung diberi susu kedelai. Susu kedelai hanya boleh diberikan untuk bayi di atas usia 6 bulan, karena proteinnya nabati dan tidak selengkap pada protein hewani. Susu kedelai juga tidak mengandung kolesterol yang dibutuhkan bayi untuk pertumbuhan dan perkembangan organ-organnya. Tapi memang yang ideal tetap ASI.

Bayi yang berisiko tinggi alergi (dengan orangtua atau saudara kandung memiliki alergi) risiko alerginya dapat dicegah dengan susu formula terhidrolisa (proteinnya sudah dipecah) yang sudah terbukti manfaatnya. Salah satu susu formula terhidrolisa yang telah diteliti manfaatnya adalah susu dengan protein whey yang terhidrolisa secara parsial. Ini berarti susu formula tersebut memiliki protein whey yang dipecah menjadi partikel yang lebih kecil sehingga mengurangi sifat alergenik dari susu sapi. Untuk pencegahan bisa mengonsumsi susu sapi yang terhidrolisa sebagian. Untuk anak yang sudah alergi pilih susu sapi yang terhidrolisa banyak.

Pilihan Alat Kontrasepsi untuk Ibu Menyusui

Setelah melahirkan, Anda ingin fokus mengasuh dan menyusui tanpa khawatir “kebobolan” hamil lagi. Cara mencegahnya dengan memakai alat kontrasepsi. Tapi untuk ibu menyusui, cari tahu pilihan kontrasepsi yang aman. Untuk ibu menyusui, pilihan kontrasepsi yang aman adalah kontrasepsi non hormonal. Beberapa alat kontrasepsi ini bisa Anda pilih :
• Kondom untuk mencegah agar sperma tidak masuk ke dalam serviks.
• IUD (Intrauterine Device).
• Spermatisida, yaitu bahan kimia berbentuk cairan atau krim untuk membunuh sperma.
• Operasi tubektomi, bagi yang memenuhi syarat dan indikasi. Yaitu dengan mengikat tuba falopi agar sperma tidak dapat mencapai sel telur. Continue reading